Peran Milenial dalam Upaya Perlindungan Hutan

Rawa di Kalimantan Tengah

Sebagai generasi penerus bangsa dan generasi milenial, kita harus segera sadar bahwa nasib Bumi sebenarnya berada di tangan kita. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melindungi hutan. Ini dapat dimulai dari kebiasaan sehari-sehari, seperti mengurangi pemakaian tisu dan kertas, ataupun dengan menciptakan terobosan hijau untuk masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Hutan sebagai paru-paru dunia mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan alam. Fungsinya ialah untuk menyediakan air bersih, menurunkan pencemaran udara, pengendalian suhu dan kelembaban, menyerap gas rumah kaca, serta mencegah dan mengurangi dampak bencana alam, seperti banjir, tanah longsor hingga tsunami.

Pada nyatanya, karena keserakahan yang tidak ada habisnya, manusia kerap kali melupakan pentingnya peranan hutan, dan kemudian dengan sengaja menutup mata dan merusaknya demi meraup keuntungan semata. Banyak pohon ditebang demi pembukaan lahan baru untuk keperluan industri, meningkatkan deforestasi dan mempercepat pemanasan global.

Yang sering luput dari pandangan manusia ialah bencana alam dan dampak buruk lainnya yang timbul dari kerusakan hutan, seperti banjir besar, tanah longsor, kekeringan, dan terganggunya siklus air. Manusia sering kali berdalih bahwa kerusakan atau bencana tersebut diakibatkan oleh alam, lupa bahwa manusia juga turut andil dalam kerusakan yang terjadi.

Betapa miris, hal yang seharusnya dijaga dan dilestarikan dengan baik malah disia-siakan hanya untuk kepuasan semata. Rantai perilaku yang salah ini harus segera dihentikan dan diputus guna melestarikan Bumi, yang pada dasarnya juga akan berdampak pada kehidupan manusia .

Sebagai generasi penerus bangsa dan generasi milenial, kita harus segera sadar bahwa nasib planet kita sebenarnya berada di tangan kita.

Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk melindungi hutan. Ini dapat dimulai dari kebiasaan sehari-sehari, seperti mengurangi pemakaian tisu dan mulai membawa handuk kecil saat berpergian. Contoh lainnya adalah saat kita mau membuat undangan suatu acara, kita bisa membagikan undangan digital agar tidak perlu mencetak undangan dan menghabiskan banyak kertas.

Inovasi untuk mengganti kertas dan tisu dengan bahan yang lebih ramah lingkungan memiliki peluang bisnis yang besar dan bisa menjadi topik yang menarik untuk digali lebih lanjut bagi mereka yang sekarang berada di bangku pendidikan. Guna mendukung kreativitas dan meningkatkan motivasi maka perlu adanya dukungan dari pemerintah, yang salah satunya dapat dilakukan dengan membuat suatu kompetisi untuk menciptakan terobosan hijau.

Upaya lainnya yang dapat dilakukan ialah dengan membuat suatu program menanam pohon di tempat-tempat yang gersang atau hutan yang gundul. Hal ini dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui lembaga pendidikan atau lembaga non-pemerintah yang berfokus di bidang lingkungan.

Perlu diingat bahwa menjaga kelestarian hutan harus dilakukan dalam jangka panjang. Setelah menanam pohon, peserta dapat memberikan nama di pohon tersebut dan ikut merawatnya. Jika pohon tersebut sudah besar, maka kita dapat memberikan hasil laporan kepada pemerintah daerah setempat.

Masyarakat yang berkontribusi dalam pencapaian ini juga harus diberikan apresiasi. Hal ini untuk menarik perhatian masyarakat dan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya melindungi hutan.

Tidak dapat dipungkiri, agar semua upaya ini dapat dilakukan secara terus-menerus, program perlindungan hutan perlu didukung dengan kebijakan pemerintah sebagai suatu daya pengikat. Pemerintah juga perlu menjamin implementasi yang tegas di seluruh lapisan masyarakat dan tidak memberi celah untuk perilaku kotor.

Kebijakan pemerintah juga berfungsi untuk menyamakan pemahaman dan keterlibatan semua pihak, baik dari masyarakat dan pemerintah, untuk melindungi hutan.

Kesadaran akan pentingnya menjaga dan melindungi kelestarian hutan harus ditanamkan sejak dini dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga, sampai masyarakat sebagai lingkungan terjauh. Nantinya, ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan, perilaku dan pola yang berulang.

Peranan pemerintah juga sangat penting sebagai wadah penyalur kesadaran masyarakat dan tali pengikat dalam upaya melindungi hutan. Harapannya, kelestarian alam di Bumi dapat terjaga sehingga manusia dapat hidup dan beranak cucu di dalamnya.