Keanekaragaman Pala Fakfak (Myristica argentea Warb.) di Kabupaten Fakfak, Papua Barat

Petani pala di Kampung Patimburak, Kokas, Kab. Fakfak (dokumentasi oleh: Amalia Paramitha)

Diketahui bahwa terdapat lima jenis pala Fakfak yang tersebar di Kab. Fakfak, Prov. Papua Barat, yaitu pala negeri atau domestik, pala hutan, pala kacang, pala bule, dan pala peranakan atau campuran. Karakteristik morfologi masing-masing pala — baik dari bentuk daun, ukuran biji, dan warna fuli biji — akan dijelaskan lebih jauh pada tulisan ini.

Pala Fakfak negeri atau domestik (dokumentasi oleh: Amalia Paramitha)

Pala negeri atau domestik adalah jenis pala Fakfak yang biasa dan umum untuk ditanam oleh masyarakat lokal. Pala negeri biasanya dimanfaatkan untuk dibuat sayur, selai, minuman pala dari buah, bahan perasa asam masakan dari kulit buah, dan obat batuk dari rebusan daun. Minyak esensial dan mentega dari biji serta fuli (salut biji pala). Dibandingkan dengan jenis pala lain, misalnya pala Banda, pala negeri memiliki buah dengan bentuk yang lebih melonjong dan kulit yang kasar berbintik serta fuli yang lebih tebal dan berwarna merah pekat.

 
Pala Fakfak negeri dibandingkan pala Fakfak hutan (dokumentasi oleh: Amalia Paramitha)

Pala hutan adalah salah satu jenis lain dari pala Fakfak yang dianggap liar karena tumbuh di kebun dengan sendirinya tanpa perlu dibudidayakan. Pala hutan memiliki rasa yang pahit dan ukuran yang sangat kecil sehingga tidak enak untuk dikonsumsi dan dianggap tidak memiliki nilai komersial karena tidak laku untuk dijual. Pohon pala hutan sangat besar dan tinggi dengan daunnya lebih panjang dan lonjong. Bagian belakang daun berwarna kecoklatan. Buah pala memiliki daging yang tipis dan rasa yang pahit atau sepat. Pohon pala hutan berbuah sedikit dengan ukuran buah dan biji yang sangat kecil. Fuli pada biji berwarna keputihan. Berdasarkan karakteristik kulit pohon, daun dan buahnya, terdapat 4 macam sub-jenis pala hutan, yaitu (a) kulit pohon hitam dengan ukuran daun serta buah yang sangat kecil dan lonjong; (b) kulit pohon kemerahan dengan ukuran daun serta buah yang kecil dan lonjong; (c) kulit pohon hitam dengan ukuran daun yang sedang serta buah yang kecil dan bulat; dan (d) kulit pohon hitam dengan ukuran daun yang besar dan lebar serta buah yang kecil dan bulat pendek.

Pala Fakfak negeri dibandingkan pala Fakfak kacang (dokumentasi oleh: Amalia Paramitha)

Jenis pala Fakfak lainnya adalah pala kacang yang memiliki ukuran buah dan biji yang sedikit lebih kecil dan membulat dari pala negeri. Namun, ukuran buahnya masih lebih besar dibandingkan dengan pala hutan. Pala kacang memiliki karakteristik kulit buah dan daun yang sama dengan pala negeri pada umumnya. Namun, saat musim panen, pohon pala kacang biasanya dapat memproduksi buah dengan jumlah lebih banyak dari jenis pala negeri. Pala kacang ini tidak begitu banyak tumbuh di kebun seperti pala negeri maupun pala hutan.

Pala Fakfak bule (kuning) (dokumentasi oleh: Amalia Paramitha)

Selanjutnya adalah pala bule. Pala jenis ini cukup jarang ditemui di kebun pala di Fakfak. Secara keseluruhan, pohon pala bule ini memiliki karakteristik morfologi yang sama dengan pala negeri. Namun saat berbuah, fuli dari pala bule memiliki warna yang sangat tidak biasa.Fuli dari pala Fakfak umumnya berwarna merah pekat, namun fuli pada pala bule berwarna kuning dan ada juga yang berwarna merah muda keputihan. Karena memiliki warna fuli yang lebih pucat, pala ini disebut ‘pala bule’.

Pala Fakfak negeri dibandingkan pala Fakfak bule — kuning (kiri) dan merah muda (kanan) (dokumentasi oleh: Amalia Paramitha)

Yang terakhir adalah pala peranakan atau campuran. Pala ini memiliki bentuk dan ciri-ciri yang terlihat seperti gabungan pala Fakfak dan pala Banda: fuli tebal seperti pala Fakfak, namun kulit buah halus dan licin seperti pala Banda. Buahnya berbentuk bulat dan sedikit melonjong seperti gabungan antara pala Fakfak dan pala Banda. Pala peranakan ini terlihat mirip dengan pala kacang, namun pala kacang memiliki biji dan fuli lebih melonjong dengan ujung yang melancip, sedangkan pada pala peranakan ujungnya membulat halus. Pala jenis peranakan ini sangat jarang terdapat di Kab. Fakfak.

Pala peranakan — campuran antara pala Banda (Myristica fragrans Houtt.) dan pala Fakfak (Myristica argentea Warb.) (dokumentasi oleh: Amalia Paramitha)