Inovasi Dalam Perspektif Pertanian

Staff INOBU dan warga Kampung Pangwedar, Papua Barat melaksanakan Focus Group Discussion mengenai perlindungan hutan dan penghijauan

Inovasi dalam pertanian dapat diartikan sebagai metode baru baik melalui teknologi alat maupun teknologi bahan yang telah teruji berulang-kali dan ditujukan untuk memperbaiki serta meningkatkan produksi hasil pertanian. Ruang lingkup pertanian yang dimaksudkan mencakup produksi bahan pangan, perkebunan, perternakan, perikanan, dan juga kehutanan. Tujuan dari inovasi ini dapat tercapai apabila diikuti oleh proses diseminasi dan pengenalan sehingga inovasi tersebut dapat diadopsi dan diterapkan dalam proses produksi oleh petani atau pun pihak terkait.

Proses diseminasi dan pengenalan akan inovasi dalam pertanian ini dikenal dengan istilah penyuluhan. Proses penyuluhan terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari tahapan penyadaran sampai pada tahapan pengambilan keputusan oleh petani untuk mengadopsi atau menolak inovasi yang diperkenalkan. Secara umum, tahapan -tahapan tersebut terdiri dari tahap penyadaran, tahap minat, tahap penilaian, tahap percobaan, dan tahap pengambilan keputusan adopsi/tolak inovasi.

Tahap penyadaran dilaksanakan untuk menyebarkan informasi awal dan untuk membangun kesadaran peserta penyuluhan mengenai pentingnya suatu inovasi. Apabila peserta sudah menerima informasi awal mengenai inovasi tersebut, maka akan timbul minat untuk menilai sendiri baik tidaknya suatu inovasi. Oleh karena itu, percobaan/pengujian perlu dilakukan sebagai pembuktian kepada peserta akan manfaat inovasi tersebut. Dalam proses diseminasi dan pengenalan inovasi, agen perubahan memiliki peranan yang sangat penting. Pada tahap ini, agen perubahan berperan sebagai pendamping dan pengawas peserta penyuluhan dalam proses praktik langsung inovasi tersebut.

Staff INOBU bersama beberapa warga Kampung Pangwedar, Papua Barat belajar mengenai ekologi.

Melalui proses praktik langsung atau belajar sambil bekerja, komunikasi yang efektif dapat terbangun sehingga membantu peserta dalam membuat keputusan. Tahap percobaan inovasi tersebut sesungguhnya merupakan proses transfer pengetahuan, sikap, mental, perilaku, serta keterampilan. Tahap berlajar langsung ini sangatlah penting karena dalam proses ini, penyajian materi disampaikan dengan menggunakan berbagai macam media, baik cetak maupun visual. Oleh karena itu, melalui tahapan ini diharapkan persentase keberhasilan adopsi inovasi menjadi lebih baik.

Bagi personal/individu dan institusi yang bergerak di bidang pengembangan masyarakat yang ingin melihat adanya perubahan, terutama dalam proses pengenalan dan penerapan inovasi, kiranya dapat belajar dari falsafah transformasi menurut Mao yaitu:

“Datang kepada mereka, tinggal bersama mereka, berbicara bersama mereka lalu mulailah dari apa yang mereka tahu, ajaklah bekerja bersama mereka, serta beri kesempatan untuk melakukannya dan setelah dapat dikerjakan, maka mereka akan berkata kepada agen perubahan, ‘kami sudah bisa dan sekarang biarkanlah kami melakukannya sendiri’. “

Ini menandakan bahwa pengenalan inovasi tersebut sudah mulai diadopsi dan diterapkan. Jika inovasi tersebut diterapkan secara terus menerus dalam aktifitas produksi maka tidak mustahil akan meningkatkan keterampilan penguna inovasi tersebut .

Dari sudut pandang perubahan sosial, dinamika yang diakibatkan oleh proses perubahan pemahaman akan inovasi dapat disebut sebagai perubahan imanen. Perubahan imanen terjadi akibat dorongan dari luar system. Dalam hal bidang pertanian, pengejawantahan perubahan imanen akan inovasi ditandai dengan adanya kesadaran petani atau pihak terkait akan manfaat inovasi tersebut walaupun perubahan pemahaman mereka ini didorong dari luar sistem kehidupan sosial mereka.

Penelitian yang dilakukan INOBU di Papua Barat didanai oleh the Agriculture, Livelihoods and Conservation Program, David dan Lucile Packard Foundation serta didukung oleh Earth Innovation Institute melalui Forests, Farms and Finance Initiative (didanai oleh Norwegian Agency for Development Cooperation) and the Sustainable Tropics Alliance (didanai oleh German International Climate Initiative) dan the Europeean Forest Institute melalui European REDD Facility. Herman Donatus Pelix Orisoe