Transfer desa untuk lingkungan: Pelajaran dari program pembangunan berbasis masyarakat dan dana desa

Penggunaan lahan yang menyebabkan deforestasi, kebakaran, dan degradasi lahan gambut merupakan penyebab utama emisi gas rumah kaca di Indonesia. Secara historis, penggunaan lahan komersial berskala besar seperti penebangan, perkebunan pulp dan kertas, dan tanaman perkebunan, seperti kelapa sawit, telah bertanggung jawab atas sebagian besar emisi dan degradasi. Akan tetapi, seiring waktu petani kecil memiliki hak dan peluang untuk mengolah lebih banyak lahan. Agar pemerintah Indonesia dapat memenuhi target pengurangan emisinya, pemerintah perlu memastikan keberlanjutan pertanian petani kecil melalui kebijakan yang menyasar dengan cermat, termasuk peraturan dan insentif. Dana Desa, yang merupakan transfer fiskal tahunan pemerintah pusat ke pemerintah desa-desa dengan tujuan mendorong pembangunan yang digerakkan secara lokal, juga dapat digunakan untuk mendukung praktik-praktik berkelanjutan di kalangan petani kecil. Dalam studi ini, kami mengeksplorasi bagaimana Dana Desa dapat digunakan untuk membiayai penanaman pohon. Kami melakukan ini dengan menganalisis pengalaman program sebelumnya yang berfokus pada penyediaan dana untuk desa-desa dengan komponen yang berfokus mendukung kegiatan lingkungan antara 2008 dan 2012. Fokus pendanaan di desa-desa studi kasus (di Provinsi Sulawesi Tenggara) adalah kegiatan masyarakat skala kecil, termasuk penanaman pohon. Kami mensurvei responden dari 38 desa dan tiga desa administratif di tujuh kabupaten. tentang kesan dan persepsi mereka tentang program. Kami juga mewawancarai kepala desa mengenai Dana Desa, dan persepsi serta pemahaman mereka tentang dana tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat lebih menyukai kegiatan ramah lingkungan yang memberikan manfaat ekonomi langsung. Ketika masyarakat diizinkan memilih di antara berbagai kegiatan yang lebih luas, termasuk infrastruktur, kemungkinan besar mereka akan memilih kegiatan dengan manfaat paling jelas bagi seluruh masyarakat. Dalam konteks Dana Desa, masyarakat cenderung tidak memilih konservasi dan reboisasi karena manfaatnya bagi masyarakat tidak jelas atau kurang bernilai. Kami berpendapat bahwa meskipun Dana Desa dapat digunakan untuk mempromosikan konservasi dan reboisasi, beberapa perbaikan untuk operasi Dana akan diperlukan untuk mendukung dan memberi insentif pada kegiatan-kegiatan ini.

Baca jurnal lengkapnya di sini:

Judul

Transfer desa untuk lingkungan: Pelajaran dari program pembangunan berbasis masyarakat dan dana desa

Penerbit

ScienceDirect

Tahun Penerbitan

2019

Penulis

John D. Watts, Luca Tacconi, Silvia Irawan, Aklan H.Wijaya

DOI

https://doi.org/10.1016/j.forpol.2019.01.008

Citation

Watts, J. D., Tacconi, L., Irawan, S., & Wijaya, A. H. (2019). Village transfers for the environment: Lessons from community-based development programs and the village fund. Forest Policy and Economics108(C), 1-1.

Topik

Hutan, Keberlanjutan, Dana Desa.