Inisiatif Mosaik

Konservasi, Keberlanjutan Rantai Pasok, dan Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan di Kalimantan Tengah

Unilever dan Inobu memulai Inisiatif Mosaik untuk meningkatkan keberlanjutan produksi komoditas. Melalui sertifikasi yurisdiksi, komoditas harus diproduksi dengan cara yang melindungi hutan dan ekosistem lainnya, mengurangi kemiskinan dan menegakkan hak asasi manusia.

Pendekatan yurisdiksi untuk sertifikasi minyak sawit, dalam praktiknya, mengacu pada penerapan prinsip dan kriteria Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di tingkat yurisdiksi. Idealnya, hal ini seharusnya dapat menyederhanakan dan mengurangi biaya sertifikasi sehingga memperluas cakupan RSPO sekaligus memperbaiki manfaat sosial dan lingkungan. Termasuk dalam manfaat ini adalah perbaikan habitat bagi satwa liar, termasuk koridor ekologi dan manfaat sosial seperti dukungan kelembagaan yang lebih besar bagi petani kecil dan perlindungan hak asasi manusia. Semua pelaku dalam rantai pasokan kelapa sawit, dari petani swadaya, perkebunan skala menengah hingga industri, pabrik, pedagang dan pengangkut harus tercakup.

Seruyan dan Kotawaringin Barat adalah dua kabupaten penghasil kelapa sawit terbesar di Kalimantan Tengah, Indonesia. Mereka memasok minyak sawit ke pasar di seluruh dunia, termasuk perusahaan barang konsumen besar. Secara keseluruhan, 27 pabrik di dua kabupaten ini telah diidentifikasi sebagai bagian langsung atau tidak langsung dari rantai pasokan Unilever.

Tujuan Proyek

Inisiatif Mosaik bertujuan untuk melindungi dan memulihkan habitat dan koridor ekologi yang penting bagi satwa liar seperti orangutan, bekantan, owa dan beruang madu sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat adat dengan meningkatkan pendapatan dan mata pencaharian mereka serta menyediakan akses ke pasar yang lebih besar melalui sertifikasi RSPO. Bentang alam ini juga merupakan tempat dimana adanya komoditas penting global, seperti kelapa sawit, karet, dan kopra diproduksi. Bentang alam Seruyan-Bedaun menggabungkan dua kabupaten yaitu Seruyan dan Kotawaringin Barat, di Kalimantan Tengah, yang juga mencakup Taman Nasional Tanjung Puting yang terkenal secara global.

EMPAT ALUR KERJA

1. Platform Yurisdiksi Berkelanjutan

Sebuah entitas multipihak resmi yang mengelola proses sertifikasi yurisdiksi yang didukung oleh peraturan pemerintah dan infrastruktur tata kelola lainnya (termasuk rencana tata ruang)

2. Konservasi dan Restorasi

Memulihkan dan melindungi ekosistem yang rentan untuk meningkatkan konservasi sekaligus meningkatkan kapasitas ekosistem untuk memberikan layanan bagi masyarakat di kabupaten tersebut

3. Mengutamakan hak adat dan hak atas lahan masyarakat

Membentuk sistem dengan pemerintah daerah untuk menangani dan mengurangi konflik serta memetakan dan mendaftarkan tanah adat dan tanah masyarakat

4. Pemberdayaan Petani Kecil

Mendampingi 2.500 petani mandiri di Kabupaten Seruyan untuk mendapatkan sertifikasi RSPO dan ISPO yang mencakup sekitar 3.500 hektar pada tahun 2022

Fakta Proyek

Jangka waktu: 2019 - 2022

Lanskap: Seruyan - Bedaun Kalimantan Tengah, Indonesia meliputi Taman Nasional Tanjung Puting

Mitra: Unilever

Pendekatan Kami

Sertifikasi yurisdiksi berfokus pada keterlibatan otoritas pemerintah daerah yang dipilih secara demokratis untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Pendekatan keseluruhan dari strategi yang diusulkan adalah untuk bekerja di dalam yurisdiksi — geografi politik formal, seperti kabupaten atau provinsi. Ini beralih dari intervensi berbasis proyek atau pendekatan "pabrik ke pabrik" ke wilayah administratif yang lebih besar.

Mou adalah kemitraan publik-swasta pertama. Mitra terlibat: Inobu, Unilever, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat

KUD Tani Subur adalah koperasi desa di Desa Pangkalan Tiga, yang telah berkembang menjadi koperasi beraset multi-miliar rupiah dengan aset yang beragam termasuk fasilitas kredit dan pinjaman senilai dua miliar rupiah: fasilitas pembibitan sapi, ikan dan unggas; supermarket dua lantai dan pusat agrowisata populer yang didirikan di tengahtengah perkebunan kelapa sawit. Baca kisah sukses KUD di sini.

Pencapaian
(2006-2009)

Hasil awal proyek termasuk petani sawit yang dipetakan dan didaftarkan secara resmi, dilatih dan diaudit; plot petani dimasukkan ke dalam SIPKEBUN (sistem pemantauan perkebunan pemerintah Kalimantan Tengah); rencana aksi kelapa sawit berkelanjutan dimasukkan ke dalam rencana pembangunan desa; dan kapasitas organisasi petani diperkuat.

Hasilnya sangat mengesankan, dengan semua KPI terpenuhi atau terlampaui, dan lebih dari 1.000 petani swadaya tersertifikasi hingga akhir 2019. Unilever kini telah membeli kredit petani swadaya RSPO dari petani swadaya melalui platform PalmTrace RSPO, yang meningkatkan diversifikasi dan bisnis usaha koperasi, secara langsung meningkatkan mata pencaharian petani kecil, dan meningkatkan insentif bagi mereka untuk melakukan praktik berkelanjutan.

 

Pembelajaran

Pembelajaran paling berharga melalui kolaborasi sejauh ini adalah dibutuhkan waktu dan investasi yang signifikan untuk mendukung petani kecil mencapai standar sertifikasi keberlanjutan dan untuk mengimbangi biaya audit. Dukungan dari pemerintah daerah seperti pemetaan tanah, pendaftaran dan memperoleh semua dokumen hukum yang relevan, sangat penting untuk mengatasi tantangan sistemik yang dihadapi petani swadaya ketika mencoba mencapai sertifikasi.

Keberhasilan fase pertama program antara Unilever dan Inobu berpotensi untuk mengkatalisasi perusahaan produsen dan pembeli lain, serta yayasan publik dan swasta yang ada dan potensial untuk berkontribusi dalam meningkatkan keberlanjutan dan inklusivitas produksi komoditas di kabupaten dan lanskap secara keseluruhan.

Komitmen Unilever untuk memprioritaskan sumber komoditas dari daerah yang menjalankan program iklim hutan yang komprehensif, termasuk dari yurisdiksi yang berkomitmen pada keberlanjutan, akan memberikan dukungan dan keterlibatan kepada pemerintah daerah dan produsen untuk melanjutkan kemajuan mereka menuju keberlanjutan.