Mendukung minyak sawit berkelanjutan: peran penting bagi kabupaten-kabupaten di Indonesia

Webinar Terpercaya Sustainable Palm Oil Indonesia Yayasan Inobu

Dengan konsumen yang semakin selektif dalam memilih produk berdasarkan produksi yang berkelanjutan, produsen harus mampu memberikan bukti bahwa komoditas yang mereka jual diproduksi tanpa merusak lingkungan atau mengabaikan hak-hak masyarakat setempat.

Permintaan terhadap minyak sawit berkelanjutan muncul akibat kekhawatiran terhadap dampak sosial dan lingkungan dari produksi minyak sawit. Negara-negara konsumen minyak sawit sering kali dianggap bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan dan turut mengimpor deforestasi melalui rantai pasokan komoditas minyak sawit. Sebagai tanggapan atas hal ini, berbagai upaya tengah dilakukan seperti mengurangi deforestasi akibat kelapa sawit, menyelesaikan konflik lahan, meningkatkan mata pencaharian petani dan praktik pertanian, serta memperbaiki citra sektor perkebunan sawit. Perusahaan multinasional yang menggunakan minyak sawit dan produk dari minyak sawit juga telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi rantai pasokan. Indonesia sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia juga berupaya untuk mengatasi kekhawatiran dan memenuhi ekspektasi tersebut.

 

Webinar yang didukung Uni Eropa dan diselenggarakan oleh The Jakarta Post pada 30 Maret 2021 mengeksplorasi bagaimana Inisiatif Terpercaya dapat mendukung produksi dan perdagangan minyak sawit berkelanjutan di Indonesia. Inisiatif ini merupakan suatu sistem pemantau komoditas berkelanjutan secara nasional yang dibentuk pada 2018 melalui Komite Penasihat multipihak dan telah mengembangkan suatu sistem pemantauan keberlanjutan kabupaten yang akan memberikan informasi kredibel kepada pembeli untuk mengetahui sumber produk tertentu di Indonesia. Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Indonesia untuk mendorong keberlanjutan pada rantai pasokan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani kecil, dengan menyediakan informasi yang akurat ke pasar. 

 

Acara virtual tersebut menegaskan bahwa kabupaten-kabupaten di Indonesia dapat memberikan peran penting dalam mencapai minyak sawit yang berkelanjutan; dan harus dikomunikasikan dengan pembeli serta negara konsumen karena kepedulian mereka terhadap sistem berkelanjutan telah meningkat secara signifikan. 

 

Webinar tersebut menampilkan beberapa pakar: Jarot Indarto (Analis Kebijakan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas); Henriette Faergemann (Konselor Pertama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam); Asep Asmara, (Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan); Jeremy Broadhead (Manajer Proyek KAMI, European Forest Institute); Nur Maliki Arifiandi, (Policy Engagement Manager, Forests di Carbon Disclosure Project); dan Josi Khatarina (Penasihat Senior di Yayasan Inobu).

 

Indonesia telah menikmati banyak manfaat dari tingginya hasil kelapa sawit dan industri ini juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial ekonomi di negara ini. Industri kelapa sawit menyerap sekitar 5,3 juta tenaga kerja secara langsung dan menjadi sumber pendapatan bagi lebih dari 21 juta orang, termasuk petani dan keluarganya. Menurut Kementerian Perdagangan, Indonesia memasok 56% minyak sawit mentah dunia dan pada tahun 2020 nilai ekspor komoditas tersebut mencapai US $21 miliar (Rp 307 triliun), menyumbang 13,5% dari total nilai ekspor non-migas. 

 

Dalam webinar tersebut, Jarot Indarto menggarisbawahi bahwa Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan pangan dan pertanian berkelanjutan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, khususnya dalam mengintegrasikan rantai pasokan untuk memastikan keberlanjutan dan meningkatkan industri pengolahan berbasis pertanian.

 

Inisiatif Terpercaya bertujuan memberikan informasi yang kredibel dan akurat tentang kinerja keberlanjutan kabupaten dalam memproduksi minyak sawit dan telah dikembangkan untuk mendukung hasil yang serupa. Inisiatif ini dipimpin oleh Bappenas dengan dukungan finansial dari Uni Eropa, dan dilaksanakan oleh Yayasan Inobu dan European Forest Institute. 

 

Inisiatif ini bertujuan membawa dampak jangka panjang dan berskala besar dengan melacak dan menciptakan insentif berdasarkan kinerja berkelanjutan di tingkat kabupaten di seluruh negeri. Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendukung pemerintah kabupaten dalam transisi menuju keberlanjutan dan saat ini telah dikembangkan di empat kabupaten percontohan: Seruyan dan Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah, Rokan Hulu di Riau, dan Morowali Utara di Sulawesi Tengah.

 

Indikator Terpercaya berbagi prinsip dan kriteria keberlanjutan dengan skema sertifikasi komoditas yang ada, seperti Indonesian Sustainable Palm Oil dan Roundtable on Sustainable Palm Oil, dan selaras dengan kerangka hukum di Indonesia. Indikator-indikator tersebut juga sejalan dengan dan mendukung pemerintah daerah menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB dan Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (NDC) di bawah Perjanjian Paris terkait perubahan iklim.

 

Dalam webinar tersebut, Jeremy Broadhead, Manajer Proyek KAMI yang didanai Uni Eropa dan dilaksanakan oleh European Forest Institute (EFI), menjelaskan perkembangan Inisiatif Terpercaya. Ia mengatakan bahwa platform data untuk mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi telah dibuat dan kini dikelola oleh Bappenas. Selain itu, penelusuran rantai pasokan yang menghubungkan konsumen dan pembeli dengan informasi tentang kemajuan proses berkelanjutan di kabupaten juga telah dilakukan. Ia berharap upaya ini dapat membantu memperkuat rantai pasokan minyak sawit berkelanjutan.

 

Inisiatif Terpercaya mengembangkan 22 indikator berkelanjutan untuk mengevaluasi kinerja ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola daerah.

 

Rincian dari 22 indikator tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pilar Lingkungan

  • Perlindungan hutan secara permanen

  • Perlindungan hutan dan kawasan kritis

  • Pencegahan kebakaran

  • Perlindungan lahan gambut

  • Mitigasi perubahan iklim

  • Hasil produksi hutan dikelola secara berkelanjutan

  • Pengendalian polusi udara dan air

  1. Pilar Sosial

  • Persetujuan atas Dasar Informasi Awal tanpa Paksaan (Free Prior Informed Consent/FPIC)

  • Pengakuan atas hak adat

  • Resolusi konflik

  • Kepemilikan petani lokal

  • Pendataan petani lokal

  1. Pilar Ekonomi

  • Produktivitas petani lokal

  • Organisasi petani lokal

  • Dukungan petani lokal

  • Industri yang bertanggung jawab (termasuk ISPO)

  • Tingkat kemiskinan

  1. Pilar Pemerintah

  • Akses informasi publik

  • Partisipasi berbagai pemangku kebijakan dalam perencanaan wilayah

  • Mekanisme pengaduan

  • Perencanaan tata guna lahan yang berkelanjutan

  • Proporsi anggaran untuk keberlanjutan

Inisiatif Terpercaya mengadopsi pendekatan yurisdiksi yang memiliki beberapa keunggulan dalam mengatasi tantangan pertanian berkelanjutan. Dibandingkan dengan pendekatan konvensional, yang berfokus pada masing-masing perkebunan dan rantai distribusi, pendekatan yurisdiksi lebih hemat biaya dan mencakup semua hutan dan produsen, termasuk petani kecil yang sering kali terbebani biaya sertifikasi yang mahal atau sulit dicapai karena masalah kepemilikan lahan. Pendekatan yurisdiksi dapat membantu pemerintah daerah untuk mencapai produksi pertanian yang berkelanjutan, mendukung petani kecil dan dengan demikian membawa dampak menyeluruh.

 

Salah satu tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk berbagi informasi objektif tentang kinerja keberlanjutan di tingkat kabupaten kepada pemangku kepentingan dan aktor-aktor rantai pasokan serta memberikan informasi tentang tata kelola dan perdagangan minyak sawit.

 

Sementara itu, platform data Terpercaya diharapkan menjadi alat utama untuk menginformasikan diskusi-diskusi tentang produksi minyak sawit berkelanjutan sesuai dengan komitmen nasional dan internasional dari Pemerintah Indonesia, termasuk perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa. Hal ini diharapkan dapat membantu petani kecil untuk mengakses rantai pasokan minyak sawit berkelanjutan dan mempercepat transisi tingkat kabupaten menuju keberlanjutan.

 

Dalam webinar tersebut, Josi Khatarina dari Sekretariat Inisiatif Terpercaya dan berperan sebagai Penasihat Senior di Yayasan Inobu menjelaskan bahwa pendekatan yurisdiksi bersifat inklusif. Inisiatif Terpercaya bertujuan untuk diterapkan di tingkat nasional, dengan empat kabupaten sebagai kabupaten percontohan yang menguji coba sistem ini secara terperinci. Inisiatif ini juga siap untuk bekerja sama dengan daerah lain dalam upaya mencapai produksi minyak sawit berkelanjutan skala nasional.

 

Henriette Faergemann, Konselor Pertama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, menjelaskan bahwa Inisiatif Terpercaya didasarkan pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB dan kerangka hukum di Indonesia. Sistem ini juga berfungsi sebagai pelengkap standar Indonesian Sustainable Palm Oil dengan mencakup seluruh yurisdiksi dan semua produsen serta lingkungan sehingga tidak ada hal yang terabaikan dan tidak ada pihak yang ditinggalkan.

 

Untuk mengetahui ini lebih jauh, dapat dilihat melalui rekaman webinar dan menonton video Terpercaya.

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on email
Share on whatsapp