Silvikultur Intensif untuk Produktivitas Hutan yang Optimal

Apa dan mengapa Silvikultur Intensif?

Silvikultur Intensif (selanjutnya disingkat SILIN) merupakan salah satu teknik budidaya dalam pengelolaan hutan, khususnya hutan produksi (baik hutan alam maupun hutan tanaman). SILIN disebut sebagai teknik budidaya yang tidak hanya menyederhanakan pemeliharaan tutupan hutan namun juga meningkatkan nilai atau volume tebangan. Di Indonesia, SILIN muncul pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.65 Tahun 2014 (perubahan atas P.11 Tahun 2009) tentang Sistem Silvikultur dalam Areal Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Produksi. Peraturan ini kemudian dicabut dengan berlakunya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.8 Tahun 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan di Hutan Lindung dan Hutan Produksi. SILIN disebut sebagai solusi yang dapat meningkatkan produktivitas agar bisnis kehutanan normal dan berkelanjutan, setara dengan bisnis lain dalam hal menggaji karyawan dengan layak dan penyerapan tenaga kerja, serta menciptakan produk hasil hutan baru.

Kondisi hutan alam produksi yang cenderung semakin rusak serta pelaksanaan sistem budidaya yang dianggap belum mampu mengimbangi peningkatan laju kebutuhan kayu akibat penurunan produksi serta penurunan luas dan kualitas hutan produksi disebut menjadi latar belakang penerapan SILIN. Sebagai contoh, petani Hutan Rakyat di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah mencoba memenuhi peningkatan permintaan pasar terhadap kayu Jati (Tectona grandis) by increasing the area and production of community forests. However, conventional cultivation techniques used by community forest smallholders cause the quality and selling price of the timber produced to be much lower than the teak from Perum Perhutani. SILIN menggabungkan 3 (tiga) elemen utama dalam teknik budidaya hutan yaitu: (1) Penggunaan bibit unggul; (2) Manipulasi lingkungan (untuk menyediakan sinar matahari yang optimal dan tanah yang subur); serta (3) Pengendalian hama terpadu. The use of genetically superior seeds and planting them in optimal conditions are able to generate forest products with superior quality, competitive prices, and efficient and sustainable use of forest land.

Unduh File

Judul

Silvikultur Intensif untuk Produktivitas Hutan yang Optimal

Penerbit

Inobu

Tahun Penerbitan

2022

Penulis

Inobu

Topik

SVLK, SILIN, Silvikultur Intensif, Kayu, Keberlanjutan.