Identification of High Conservation Value (HCV) Areas in Kotawaringin Barat

The Government of Kotawaringin Barat is committed to promoting sustainable oil palm management through a jurisdictional approach. The jurisdictional approach is the application of sustainability principles and criteria – which have been implemented at the plantation management unit level, to the jurisdiction level or government administrative area level, such as provinces and districts.

Salah satu prinsip keberlanjutan adalah melindungi dan melestarikan wilayah bernilai konservasi tinggi (NKT). Pada level kebun, keberadaan NKT ini perlu diidentifikasi lokasi dan luasnya, direncanakan pengelolaannya, serta dilakukan pengawasan secara berkala untuk meminimalisir dampak negatif dari setiap kegiatan produksi seperti pembalakan, perkebunan, dan pertanian. Pada level yurisdiksi, proses yang tadinya dilakukan pada level kebun selanjutnya ditarik ke level kabupaten. Identifikasi NKT pun perlu dilaksanakan pada level kabupaten. Daerah yang diidentifikasi sebagai NKT harus diatur pengelolaannya melalui peraturan perundangan seperti Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

This document aims to provide information on the method for identifying high conservation value (HCV) areas and the application of the method for HCV identification in Kotawaringin Barat. The identification results are useful as input for local governments, in particular the sub-working group for Jurisdiction Certification in charge of HCV protection as well as respective regional apparatus organizations in making the right decisions when managing HCV to support sustainable development in Kotawaringin Barat.

Unduh File

Judul

Identification of High Conservation Value (HCV) Areas in Kotawaringin Barat

Penerbit

Inobu

Tahun Penerbitan

2021

Topik

Nilai Konservasi Tinggi, Kelapa Sawit, Pendekatan Yurisdiksi.