ICS Tingkat Kabupaten: Entitas Yurisdiksi untuk Petani Swadaya

Tiga dekade lalu, dunia masih mencari metode terbaik untuk membangun minyak sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Pada tahun 2004, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) didirikan dengan misi untuk mempromosikan praktik dan penggunaan produksi minyak sawit berkelanjutan, menciptakan standar global dan melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor industri. Sekarang, lembaga sertifikasi telah mendorong penerapan keberlanjutan di sepanjang rantai pasokan.   

Namun, masih banyak upaya yang diperlukan untuk memasukkan lebih banyak petani swadaya ke dalam rantai pasok global yang berkelanjutan. 

Petani kecil sering kali tertinggal karena mereka terhambat untuk mencapai sertifikasi, seperti keterbatasan dana dan akses ke kepemilikan tanah dan izin perkebunan. Selain itu, mereka juga sulit mendapatkan pelatihan untuk mengatasi masalah ini. 

Di Indonesia, negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, masalah yang serupa juga dihadapi para petani kecil. Dan, akibatnya, sangat sedikit petani swadaya Indonesia yang telah tersertifikasi. 

Dukungan eksternal dari organisasi masyarakat sipil dan perusahaan dapat membantu sampai tingkat tertentu, seperti pendanaan biaya sertifikasi dan pelatihan bagi petani kecil. Namun pendekatan semacam ini tidak cukup bagi pekebun swadaya untuk mencapai inklusi sistematis dalam rantai pasokan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Unduh File

Judul

ICS Tingkat Kabupaten: Entitas Yurisdiksi untuk Petani Swadaya

Penerbit

Inobu

Tahun Penerbitan

2022

Penulis

Inobu

Topik

ICS, Kelapa Sawit Berkelanjutan, Petani Swadaya.