Resolusi kota hijau sebagai mitigasi Urban Heat Island di Jakarta

Gambar 1. Suhu permukaan lebih bervariasi daripada suhu udara pada siang hari tetapi menunjukkan kecenderungan yang sama pada malam hari. Diadaptasi dari “Urban Heat Island Basics. Dalam: Mengurangi Pulau Panas Perkotaan: Ringkasan Strategi. Draft ”oleh U.S. Environmental Protection Agency, 2008, hal. 4.

Suhu di perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pinggiran atau pedesaan. Ruang terbuka hijau (RTH), seperti atap hijau dan taman, bisa membantu memoderasi iklim perkotaan dengan menurunkan suhu permukaan.

Fenomena Urban Heat Island dan tutupan lahan

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas manusia telah menyebabkan peningkatan suhu perkotaan (Widyasamratri et al., 2013; Kaloustian & Diab, 2015). Daerah perkotaan cenderung memiliki suhu yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pinggiran kota atau pedesaan. Fenomena perbedaan temperatur antara perkotaan dan pedesaan dikenal dengan istilah Urban Heat Island (UHI) (Gambar 1).

Peningkatan suhu yang terkait dengan fenomena Urban Heat Island perkotaan bervariasi tergantung pada tutupan lahan (Melaas et al., 2016). Fenomena tersebut dipicu oleh perubahan tutupan lahan alami seperti hutan, padang rumput, dan sawah, menjadi lahan terbangun seperti permukiman, kawasan industri, dan jalan. Dibandingkan dengan permukaan alami, permukaan di perkotaan memiliki kapasitas panas yang tinggi dan reflektifitas yang rendah. Ini menyebabkan suhu permukaan kota lebih tinggi (Gartland, 2008).

Jakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang mengalami dampak dari Urban Heat Island. Perbedaan suhu antara perkotaan dan pedesaan di Jakarta terlihat di daerah padat penduduk (Rushayati et al., 2018). Daerah bersuhu tinggi di Jakarta berkembang sesuai dengan perluasan lahan perumahan dan industri (Tursilowati et al., 2012). Sedangkan suhu permukaan pada perbatasan kota-pedesaan cenderung lebih rendah dibandingkan pusat kota. Berdasarkan Tursilowati el al. (2012) peningkatan suhu udara rata-rata di Jakarta terkait erat dengan fenomena perubahan tutupan lahan yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang pesat (Gambar 2).

Gambar 2. (a) Suhu permukaan Jakarta dan daerah sekitar hasil analisa citra Landsat 8 tahun 2018. (b) Sebaran lahan terbangun (ungu) dari citra Sentinel-2 tahun 2018.

Ruang terbuka hijau dalam tata ruang wilayah kota

Di dalam Undang-Undang №26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, perencanaan tata ruang wilayah kota harus memuat rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau dengan minum area sebesar 30% dari luas wilayah kota. Luasan 30% ini menjadi ukuran minimal untuk keberlangsungan jasa ekosistem perkotaan seperti hidrologi, iklim mikro, dan jasa ekologi lainnya yang berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat kota. Akan tetapi berdasarkan Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2017 Jakarta hanya memiliki 3175.22 ha (4.86%) ruang terbuka hijau. Luasan ini jauh di bawah persyaratan 30% sebagaimana diatur dalam undang-undang penataan ruang yang berlaku. Berbagai upaya telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk menambah jumlah RTH. Pada 2013–2017, 116,1 ha lahan yang terdiri dari 11,8 ha hutan kota dan 104,21 ha kuburan dan taman kota telah dibebaskan. Sebanyak 313.954 pohon juga ditanam selama periode tersebut.

Gambar 3. Kawasan Ruang Terbuka Hijau (hijau muda) di RTRW Provinsi Jakarta 2011–2030

Upaya mitigasi Urban Heat Island dan 30 persen resolusi kota hijau

Perlu digarisbawahi bahwa manfaat yang diperoleh dari RTH bervariasi tergantung pada luas RTH, kerapatan tajuk, dan komposisi vegetasi (Vieira et al., 2018; Xiao et al., 2018). Dengan kondisi Jakarta yang didominasi oleh lahan terbangun, memaksimalkan RTH yang ada saat ini dengan meningkatkan kerapatan tajuk dan komposisi vegetasi bisa dijadikan upaya untuk menurunkan dampak dari Urban Heat Island (Gambar 4a). Walaupun dengan RTH yang kecil (1500m2), suhu udara di dalam RTH dan di sekitar RTH dapat diturunkan dengan mengkombinasikan pepohonan tinggi, rerumputan, semak, dan pohon kecil (Park et al., 2017). Upaya ini memberikan efek urban cooling kepada wilayah sekitar RTH. Peningkatan volume pohon di dalam RTH secara efektif memblokir radiasi matahari yang masuk, yang mengakibatkan penurunan suhu udara (Park et al., 2017; Pramanik & Punia, 2019).

Gambar 4. (a) Hutan kota Srengseng, Jakarta Barat. (b) Pohon di sepanjang Kali Pesanggrahan, Jakarta Barat. (Foto: Nadia Putri Utami)

Upaya lain yang bisa dilakukan oleh Jakarta untuk menurunkan efek Urban Heat Island dan meningkatkan ruang terbuka hijau adalah dengan menanam pohon di sepanjang jalan dan sempadan (Gambar 4b). Penanaman pohon di sepanjang jalan membantu mengurangi suhu sekitar dan menciptakan kenyamanan pejalan kaki (Kim, Lee, & Kim, 2018). Di dalam tata ruang wilayah Jakarta tahun 2011–2030, belum semua area di dalam kawasan ruang terbuka hijau ditanami pepohonan. Menanam pohon di sepanjang jalan dan sempadan bisa menjadi upaya meningkatkan vegetasi di dalam RTH karena tidak membutuhkan area yang luas.

Penerapan green roof juga merupakan salah satu strategi populer terkait mitigasi Urban Heat Island di wilayah metropolitan (Velázquez et al., 2019; Sharma et al., 2016). Di Adelaide, Australia, dengan menutupi 30% dari total luas atap, suhu permukaan atap menurun 0,06oC pada musim panas (Razzaghmanesh et al., 2016). Penurunan suhu permukaan atap dapat meminimalisir penyerapan panas dan menurunkan suhu dalam ruangan. Hal ini juga mengurangi konsumsi energi di dalam ruangan sebesar 2.57 (W/m2/day) (Razzaghmanesh et al., 2016).

Reference

Bao, T., Li, X., Zhang, J., Zhang, Y., & Tian, S. (2016). Assessing the distribution of urban green spaces and its anisotropic cooling distance on urban heat island pattern in Baotou, China. ISPRS International Journal of Geo-Information, 5(12). https://doi.org/10.3390/ijgi5020012

Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta. (2018). Rencana strategis 2017–2022.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. (2008). Pedoman penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

Gartland, L. (2008). Heat islands understanding and mitigating heat in urban areas. Taylor & Francis.

Kaloustian, N., & Diab, Y. (2015). Urban climate effects of urbanization on the urban heat island in Beirut. Urban Climate, 14, 154–165. https://doi.org/10.1016/j.uclim.2015.06.004

Kim, Y., Lee, C., & Kim, J. (2018). Sidewalk landscape structure and thermal conditions for child and adult pedestrians. Environmental Research and Public Health, 15(148), 1–12. https://doi.org/10.3390/ijerph15010148

Maimaitiyiming, M., Ghulam, A., Tiyip, T., Pla, F., Latorre-Carmona, P., Halik, Ü., … Caetano, M. (2014). Effects of green space spatial pattern on land surface temperature: Implications for sustainable urban planning and climate change adaptation. ISPRS Journal of Photogrammetry and Remote Sensing, 89(February), 59–66. https://doi.org/10.1016/j.isprsjprs.2013.12.010

Melaas, E. K., Wang, J. A., Miller, D. L., & Friedl, M. A. (2016). Interactions between urban vegetation and surface urban heat islands: a case study in the Boston metropolitan region. Environmental Research Letter, 11(5), 1–29. Retrieved from https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1748-9326/11/5/054020

Park, J., Kim, J., Kun, D., Yeon, C., & Gyu, S. (2017). The influence of small green space type and structure at the street level on urban heat island mitigation. Urban Forestry & Urban Greening, 21, 203–212. https://doi.org/10.1016/j.ufug.2016.12.005

Pramanik, S., & Punia, M. (2019). Assessment of green space cooling effects in dense urban landscape: a case study of Delhi, India. Modeling Earth Systems and Environment. https://doi.org/10.1007/s40808-019-00573-3

Razzaghmanesh, M., Beecham, S., & Salemi, T. (2016). The role of green roofs in mitigating Urban Heat Island effects in the metropolitan area of Adelaide , South Australia. Urban Forestry & Urban Greening, 15, 89–102. https://doi.org/10.1016/j.ufug.2015.11.013

Rushayati, S. B., Shamila, A. D., & Prasetyo, L. B. (2018). The Role of vegetation in controlling air temperature resulting from urban heat island. Forum Geografi, 32(1), 1–11.

Sharma, A., Conry, P., Fernando, H. J. S., Hamlet, A. F., Hellmann, J. J., & Chen, F. (2016). Green and cool roofs to mitigate urban heat island effects in the Chicago metropolitan area : evaluation with a regional climate model. Environmental Research Letter, 11. https://doi.org/10.1088/1748-9326/11/6/064004

Trihamdani, A. R., Lee, H. S., Kubota, T., & Phuong, T. T. T. (2015). Configuration of green spaces for urban heat island mitigation and future building energy conservation in Hanoi master plan 2030. Buildings, 5(October), 933–947. https://doi.org/10.3390/buildings5030933

Tursilowati, L., Tetuko, J., Sumantyo, S., Kuze, H., & Adiningsih, E. S. (2012). Relationship between Urban Heat Island Phenomenon and Land Use / Land Cover Changes in Jakarta — Indonesia Corresponding Author : Laras Tursilowati. Journal of Emerging Trends in Engineering and Applied Sciences, 3(4), 645–653.

Velázquez, J., Anza, P., Gutiérrez, J., Sánchez, B., Hernando, A., & A, G.-A. (2019). Planning and selection of green roofs in large urban areas. Application to Madrid metropolitan area. Urban Forestry & Urban Greening, 40, 323–334. https://doi.org/10.1016/j.ufug.2018.06.020

Vieira, J., Matos, P., Mexia, T., Silva, P., Lopes, N., Freitas, C., … Pinho, P. (2018). Green spaces are not all the same for the provision of air purification and climate regulation services: The case of urban parks. Environmental Research, 160, 306–313. https://doi.org/10.1016/j.envres.2017.10.006

Wang, Y, Li, Y., Sabatino, S. D., Martilli, A., & Chan, P. W. (2018). Effects of anthropogenic heat due to air-conditioning systems on an extreme high temperature event in Hong Kong. Environmental Research Letter, 13. https://doi.org/10.1088/1748-9326/aaa848

Widyasamratri, H., Souma, K., Suetsugi, T., Ishidaira, H., Ichikawa, Y., Kobayashi, H., & Inagaki, I. (2013). Air temperature estimation from satellite remote sensing to detect the effect of urbanization in Jakarta, Indonesia. Journal of Emerging Trends in Engineering and Applied Science, 4(6), 800–805.

Xiao, X. D., Dong, L., Yan, H., Yang, N., & Xiong, Y. (2018). The influence of the spatial characteristics of urban green space on the urban heat island effect in Suzhou Industrial Park. Sustainable Cities and Society, 40, 428–439. https://doi.org/10.1016/j.scs.2018.04.002