Edukasi untuk Meningkatkan Perekonomian dan Kemandirian Masyarakat

Oleh : Nurul Hidayah

Ibu Nasib menanam sayuran di pekarangan rumahnya di desa Tanjung Hanau, Seruyan

Wilayah pedesaan memiliki potensi sumber daya alam untuk pembangunan ekonomi daerah. Kabupaten Seruyan yang terletak di Kalimantan Tengah, contohnya, memiliki kekayaan melimpah di bidang pertanian, perkebunan sawit, perikanan dan peternakan.

Desa-desa di Seruyan memiliki banyak potensi untuk dikembangkan, yang artinya warga setempat bisa memperoleh hasil pertanian dan laut yang lebih banyak lagi. Contohnya, di suatu desa yang berada di pinggir sungai dan berdekatan dengan perusahaan kelapa sawit, sebagian masyarakatnya masih memiliki lahan pekarangan kosong yang luas. Jika lahan kosong ini dimanfaat dengan baik, perekonomian masyarakat dapat meningkat.

Namun, banyak masyarakat desa memiliki prinsip keuangan seperti “mencari hari ini untuk makan hari ini”, yang juga berdampak pada perekonomian dan kemandirian masyarakat. Edukasi tentang pertanian dan perikanan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas warga setempat.

Salah satu edukasi di bidang pertanian adalah edukasi mengenai pemanfaatan lahan pekarangan untuk menunjang perekonomian rumah tangga. Jika warga menanam dan mengkonsumsi tanaman sayuran untuk kebutuhan mandiri maka mereka bisa menyisihkan uang untuk kebutuhan lainnya, atau yang bisa disebut dengan “pemanfaatan lahan pekarangan untuk meningkatkan perekonomian skala rumah tangga”.

Mempelajari beragam teknik bercocok tanam akan memberikan sejumlah manfaat. Misalnya saja teknik budidaya vertikultur, atau menanam sayuran di dalam botol bekas, yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan banjir. Teknik perbanyakan tanaman melalui teknik stek batang juga bisa membantu warga untuk mempercepat tanaman berbuah.

Pengolahan hasil perikanan juga diperlukan oleh masyarakat. Hasil olahan ikan dan makanan siap saji, seperti abon ikan dan bakso ikan, akan mendapatkan harga jual yang tinggi dibandingkan dengan produk ikan dalam bentuk mentah. Harapannya masyarakat tidak hanya menjual ikan segar atau ikan asin saja, tetapi juga menjual produk turunan ikan lainnya.

Jenis bisnis lain yakni ekowisata pemancingan di sungai dan perairan di desa-desa di Kalimantan Tengah. Banyak pekerja di perusahaan kelapa sawit mempunyai hobi memancing sebagai pilihan untuk relaksasi.

Pilihan-pilihan edukasi yang dipaparkan di atas merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kemandirian masyarakat.

Setelah memberikan edukasi, masyarakat lokal perlu dibangun rasa ingin tahu dan diberikan motivasi untuk mempraktikkan teknik budidaya tersebut. Pihak eksternal yang ingin mengajak warga untuk memulai suatu inisiatif atau program bisa tinggal di rumah warga dan hidup bersama mereka. Dengan begitu, kita bisa membangun keinginan masyarakat dan mengawasi cara masyarakat pelajaran yang sudah mereka terima.

Perekonomian desa yang kuat akan meningkatkan perekonomian negara juga. Seperti pepatah yang disampaikan oleh Bung Hatta: “Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, tapi akan bercahaya karena lilin-lilin di desa.”