Siaran Pers – Balikpapan Challenge: Melangkah dari komitmen menuju aksi nyata mengurangi deforestasi hutan tropis

Siaran Pers – Jakarta, 11 Juli 2017. Pada tanggal 25-29 September 2017, sejumlah gubernur dari berbagai penjuru dunia akan berkumpul di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk memulai suatu tahapan baru yang penting dalam upaya mengurangi deforestasi hutan tropis. Disamping itu, para perwakilan dari perusahaan produsen komoditas pertanian yang terkemuka, organisasi masyarakat sipil, kelompok masyarakat adat, dan petani juga akan turut menghadiri pertemuan ini. Pertemuan ini akan meluncurkan Balikpapan Challenge, suatu inisiatif baru yang menyatukan pemerintah, perusahaan, masyarakat sipil, petani, dan masyarakat adat dalam mengurangi deforestasi dan memerangi perubahan iklim.

Balikpapan Challenge akan secara resmi diluncurkan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan (Governors’ Climate and Forests atau GCF), bersama dengan Institut Penelitian Inovasi Bumi (INOBU) sebagai Sekretariat GCF Indonesia.

GCF adalah suatu kolaborasi di tingkat global yang terdiri atas 35 negara bagian dan provinsi dari 9 negara, dimana semua anggotanya berkomitmen untuk mengurangi deforestasi hutan tropis dan melawan perubahan iklim. Seperempat dari hutan tropis dunia berada di wilayah anggota GCF. Pada Agustus 2014 di Rio Branco, Brazil, para anggota GCF telah menyepakati untuk mengurangi deforestasi sebesar 80% hingga tahun 2020 jika mereka memperoleh bantuan yang cukup, dalam bentuk pendanaan berbasis kinerja. Meski demikian, pada kenyataannya tidaklah mudah untuk mengimplementasikan kesepakatan tersebut.

Balikpapan Challenge adalah suatu inisiatif yang digagas untuk mencari solusi yang praktis untuk mengurangi deforestasi hutan tropis. Inisiatif ini terbentuk atas pemahaman bahwa banyak komitmen yang telah dibuat oleh pemerintah baik di tingkat nasional dan daerah serta perusahaan-perusahaan untuk mengurangi deforestasi maupun emisi gas rumah kaca. Namun, pihak-pihak tersebut seringkali mengalami kesulitan dalam mengimplementasi komitmen yang ada. Untuk mewujudkan komitmen-komitmen ini, berbagai pihak yang ada di setiap tingkatan harus bersatu dan menyepakati strategi-strategi yang sesuai dengan kondisi lokal dan menguntungkan seluruh pihak.

Bagaimana Balikpapan Challenge merubah komitmen menjadi aksi? Balikpapan Challenge adalah proses multi-fase untuk mencari cara yang praktis dan nyata untuk meraih pembangunan berkelanjutan dan rendah emisi yang dimulai dari Pertemuan Tahunan Satuan Tugas GCF di Balikpapan. Balikpapan Challenge mempunyai tiga pilar utama. Pilar pertama adalah upaya untuk memastikan yurisdiksi (provinsi atau kabupaten) penghasil komoditas pertanian dapat bekerja sama dengan pembeli komoditas tersebut untuk bersama-sama mengurangi deforestasi. Pilar ini mendorong perusahaan pembeli komoditas pertanian untuk dapat mengutamakan provinsi dan negara bagian yang telah mengambil langkah signifikan untuk mengurangi deforestasi dan emisi gas rumah kaca. Ini akan mendukung provinsi dan negara bagian GCF untuk melanjutkan upaya untuk melindungi hutan tropis.

Pilar kedua adalah upaya untuk perlindungan hak-hak masyarakat adat sementara meningkatkan kesejahteraan mereka di seluruh negara bagian dan provinsi anggota GCF. Masyarakat adat telah tinggal di, atau dekat, dengan hutan selama ratusan sampai ribuan tahun. Mengurangi deforestasi dan mempromosikan pembangunan rendah emisi hanya akan hanya apabila hak-hak masyarakat adat diakui dan dilindungi. Pilar ini akan menyepakati mekanisme dan inisiatif untuk mendukung masyarakat adat di daerah dan provinsi anggota GCF.

Pilar ketiga mencari cara untuk menjamin bahwa anggota GCF bisa meraih pendanaan yang diperlukan untuk mengurangi deforestasi, mendukung pembangunan rendah emisi dan melindungi hak-hak masyarakat adat. Provinsi dan negara bagian yang berkomitmen untuk mengurangi deforestasi dan emisi gas rumah kaca memerlukan dukungan. Pilar ini membantu untuk menemukan mekanisme keuangan yang sesuai dengan kondisi lokal untuk membantu provinsi dan daerah melanjutkan upaya mereka dalam mengurangi deforestasi hutan tropis.

Balikpapan Challenge merupakan langkah signifikan untuk mewujudkan komitmen yang tertuang dalam Perjanjian Paris, dan komitmen perusahaan terhadap komodistas bebas deforetasi, yang dipimpin langsung oleh pemerintah daerah di Indonesia, Amerika Latin, dan Afrika.