Petani Swadaya Dari Indonesia Diberikan Penghargaan Di Acara RT15 RSPO

12 Desember, 2017. Meski sempat terganggu oleh letusan Gunung Agung, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) telah berhasil mengadakan kegiatan tahunan Roundtable 15 (RT15) bulan lalu. Apa yang membuat 477 perwakilan industri global kelapa sawit dari 40 negara berpartisipasi di acara tersebut?

Acara RT15 merupakan wadah global yang menampung pendapat dari seluruh rantai pasok minyak kelapa sawit, supaya praktik-praktik dan standar terbaik dapat dicapai dan dikelola menjadi manfaat bagi semua pihak. Konferensi ini diadakan di Grand Hyatt Bali (27-30 November, 2017). Selama konferensi, beberapa pengumuman penting diumumkan, seperti peluncuran Laporan Dampak 2017 dan perhatian pada produksi kelapa sawit berkelanjutan di Afrika, dan juga Strategi Petani Kecil RSPO.

Patut mendapat perhatian utama adalah petani swadaya dari Indonesia juga diberikan sertifikat atas keberhasilannya dalam meraih sertifikasi RSPO. Sertifikasi RSPO menunjukan bahwa petani swadaya menggunakan praktek yang berkelanjutan dan bisa meningkatkan penghidupan mereka melalui akses pasar yang baru dan lebih luas. Ini akan berkontribusi pada rantai pasok kelapa sawit global yang berkelanjutan.

Tiga orang petani dampingan INOBU (Bapak Sutiyana, Bapak Nyoto dan Bapak Muh Dari) menghadiri RT15 ini sebagai perwakilan petani swadaya dari Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan dari Provinsi Kalimantan Tengah. Pada hari ketiga RT15, sertifikat diberikan kepada KUD Tani Subur yang diterima oleh Bapak Sutiyana selaku Group Manager. KUD Tani Subur merupakan KUD pertama di Kalimantan yang menerima sertifikasi RSPO setelah proses pendampingan hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun.

KONTAK MEDIA
Inovasi Bumi (INOBU)
Seruni Soewondo
ssoewondo@inobu.org
+6281295695011