Q & A dengan Nobo: Meningkatkan Pengelolaan Data untuk Konservasi di Indonesia

27 Maret, 2018. Ilmuwan baru kami, Dr Michael Padmanaba atau biasa dipanggil Nobo, lahir di Jogjakarta dan mempunyai latar belakang pada ilmu Kehutanan, dengan fokus pada Ekologi dan Konservasi Satwa Liar. Dia menjadi peneliti dengan niat memberikan kontribusi terhadap temuan yang terbaru dan dapat diandalkan, dan menginformasikan kepada masyarakat yang lebih luas. Selama ini, Nobo fokus kepada bagaimana isu-isu keanekaragaman hayati dan konservasi hutan bisa dimengerti oleh publik. Ia juga memberikan perhatian terhadap bagaimana menyebarkan informasi tersebut kepada pemangku kepentingan terkait termasuk pembuat kebijakan. Prinsip Nobo adalah, di dunia penelitian, pengetahuan perlu digali dan disebarluaskan.

Untuk melakukan penelitian yang efisien, diperlukan data dan informasi yang akurat. Meskipun pengelolaan data merupakan hal yang penting dan signifikan, banyak institusi dan kantor pemerintahan di Indonesia, termasuk juga lembaga swadaya masyarakat (LSM), yang belum melaksanakan praktek database dan pengarsipan yang tepat. Arsip lama biasanya tidak terkatalog dan disimpan di gudang, sehingga mudah rusak dan sulit untuk ditemukan bilamana diperlukan.

Nobo menyempatkan waktu luang untuk berbicara dengan kami mengenai pengelolaan data.

Bisa menjelaskan kepada kami mengenai latar belakang anda dan bagaimana bisa masuk ke sektor penelitian?

Saya mempunyai gelar di bidang Konservasi Sumber Daya Hutan dan penelitian pertama saya adalah mengenai pengelolaan taman nasional di zona pemanfaatan, dengan menggunakan Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai studi kasus. Dan untuk thesis Master, saya mempelajari pola konsumsi gajah Sumatra dan implikasi nya untuk konservasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Salah satu temuan paling menarik di karir saya adalah mengenai distribusi tumbuhan asing invasif Piper aduncum di kawasan konsesi penebangan di Kalimantan Timur. Konsesi dibangun ke arah utara, mendekati kabupaten Malinau, dimana terdapat sebagian besar hutan dari Taman Nasional Kayan Mentarang. Jadi, ada kemungkinan bahwa tumbuhan tersebut bisa mempunyai potensi memasuki taman nasional dan mengakibatkan perubahan lingkungan.

Apakah aspek yang paling anda senangi dalam penelitian?

Saya menikmati pekerjaan lapangan di tempat-tempat yang baru, karena saya suka berpergian ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi. Dan tentunya yang paling penting adalah pada saat penelitian kami diterima dan diterbitkan.

Apakah penilaian anda terhadap kondisi pengelolaan data di Indonesia?

Indonesia memang masih mempunyai tingkat kesadaran yang rendah terhadap sistem database dan arsip yang tepat. Terlebih untuk kami yang bekerja di lembaga nirlaba, dimana kami bekerja berdasarkan proyek. Kami harus terus mengelola dan melakukan pembaharuan pada arsip data. Ada anggapan bahwa setelah satu projek selesai, data yang lama lalu dilupakan dan ditinggalkan. Dari pengalaman saya, institusi lokal seperti taman nasional biasanya tidak mempunyai sistem pengarsipan yang baik. Ini berdampak negatif pada proses penelitian data time-series. Untuk institusi lainnya seperti institusi pemerintahan, mereka pun harus mempunyai arsip database yang tepat. Supaya ke depannya untuk peneliti-peneliti, kita bisa menghindari penelitian yang tumpang tindih dikarenakan data yang hilang. Sangat penting juga untuk berinvestasi di server digital, supaya semua data bisa disimpan di server tersebut.

Saya mempunyai pengalaman buruk di tahun 2009. Saat itu, kami kehilangan data karena tidak mempunyai backup. Setelah kejadian itu, kami lalu membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang mengharuskan kami untuk memfotokopi semua lembar data setelah menyelesaikan pekerjaan. Pada saat itu, kami masih menggunakan lembar data. Untungnya, sekarang kami memiliki data elektronik. Namun, tetap ada resiko kehilangan data bila koneksi internet di lapangan tidak stabil. Maka dari itu, kami harus selalu melakukan backup data tiap kali ada kesempatan melakukan pemutakhiran data, terlebih untuk staff lapangan.

Apa yang ingin anda capai dengan penelitian?

Tujuannya adalah untuk memberikan dampak yang nyata terhadap konservasi, lingkungan, dan pembangunan. Kami semua harus bekerja bersama untuk masa depan yang lebih baik dimana terdapat pembangunan, namun tanpa merusak alam dan lingkungan di sekitarnya.