Nama proyek:

SIPKEBUN – Inovasi Teknologi untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan

Deskripsi proyek:

Deforestasi telah menjadi risiko yang signifikan dalam rantai pasok komoditas yang sulit dikelola, termasuk di sektor kelapa sawit. Untuk memahami di mana penggundulan hutan terjadi, siapa yang bertanggung jawab atas hal tersebut, mengapa hal tersebut dapat terjadi dan bagaimana mengelolanya, INOBU mengembangkan SIPKEBUN, sebuah sistem pemantauan daring yang dapat diakses oleh pemerintah, perusahaan, komunitas dan publik. Sistem ini mengintegrasikan informasi tentang petani kelapa sawit, mulai dari perkebunan skala industri hingga petani petani kecil mandiri. Untuk pertama kalinya, pemerintah Indonesia dapat memantau secara elektronik semua petani kelapa sawit, memperkenalkan landasan yang kuat untuk menciptakan insentif kinerja untuk menjadikan kelapa sawit sebagai komoditas yang berkelanjutan di Indonesia.

SIPKEBUN

SIPKEBUN — yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi dan Pemantauan Kinerja Perkebunan Berkelanjutan —- adalah hasil kerja sama antara INOBU dan pemerintah Kalimantan Tengah. Melalui data tergeoreferensikan yang dimasukkan ke SIPKEBUN, pemerintah kini dapat dengan mudah mengakses informasi seperti data petani mandiri, data statistik dan analisis sektor perkebunan, serta informasi dasar perusahaan, termasuk Asesmen Usaha Perkebunan dan kondisi kinerja lingkungan seperti kebakaran, penggundulan hutan, lahan terdegradasi, maupun kepatuhan terhadap peraturan. Data sosial juga turut disertakan untuk menunjukkan aspek legalitas dan data sosial termasuk data mengenai kepemilikan lahan (tenurial), keluhan masyarakat, dan konflik. SIPKEBUN adalah landasan bagi keterlacakan di mana para pembeli dapat melacak rantai pasok dan kepatuhan terhadap berbagai prasyarat keberlanjutan.

SIPKEBUN2-02-1024x576 SIPKEBUN – Inovasi Teknologi untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan

e-government

SIPKEBUN adalah sarana percepatan untuk mewujudkan e-government di Indonesia. Platform ini akan menggantikan sistem berbasis kertas yang ada saat ini dalam hal pengumpulan data mengenai penggunaan lahan serta mengintegrasikan berbagai jenis data pengelolaan lahan ke dalam sebuah platform daring –

Ir. Bambang MM, Direktur Jenderal Perkebunan (Kementerian Pertanian), menekankan peran penting otomatisasi untuk menggantikan proses pemantauan konvensional saat peluncuran SIPKEBUN di Jakarta pada bulan Oktober 2016.

Baca lebih lanjut tentang SIPKEBUN dalam artikel ini.