Nama proyek:

Kabupaten Gunung Mas – Program Sertifikasi Petani Kecil

Deskripsi proyek:

Gunung Mas adalah sebuah kabupaten kecil di Kalimantan Tengah yang terbentuk setelah berpisah dari Kabupaten Kapuas pada tahun 2002. Kabupaten ini memiliki 275 petani kecil dan menghasilkan sekitar 896 ribu ton minyak sawit mentah (CPO) pada tahun 2015. Meskipun relatif kecil dibandingkan dengan luas Kabupaten Seruyan dan Kotawaringin Barat, komitmen Gunung Mas tidak kalah dengan kedua provinsi tersebut.

Program

Gunung Mas mengikuti program sertifikasi yurisdiksi INOBU pada awal tahun 2016. INOBU memfasilitasi pembentukan sebuah Kelompok Kerja yang terdiri dari pemerintah, aktor sektor swasta (perkebunan dan perusahaan lain), serta perwakilan kelompok petani kecil di Gunung Mas. INOBU bekerja sama dengan Kelompok Kerja tersebut untuk menetapkan target bagi kabupaten tersebut dan menggerakan mereka di sepanjang jalur sertifikasi yurisdiksional.

Kemajuan

Hingga saat ini, 101 petani kecil telah dipetakan di Kabupten Gunung Mas melalui program sertifikasi yurisdiksional dan dapat digunakan sebagai dasar untuk pemantauan, sertifikasi dan penelusuran. Kelompok Kerja Gunung Mas pun turut serta dalam memfasilitasi perancangan sektor kelapa sawit Gunung Mas yang berkelanjutan. Kelompok Kerja tersebut sepakat untuk membantu petani yang lahannya berada di luar kawasan hutan untuk mendapatkan STD-B (surat tanda daftar budidaya). Mereka juga menyetujui pengembangan Fasilitas Pertanian di Gunung Mas.

088-pa173640-1024x576 Kabupaten Gunung Mas  –  Program Sertifikasi Petani Kecil

Tengah berlangsung. Pada tahun 2017, program yurisdiksi di Gunung Mas berlanjut ke tahap implementasi. Bekerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra kerja, INOBU akan melakukan penilaian untuk mengidentifikasi kawasan dengan Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS). Penilaian ini akan menjadi dasar untuk mengembangkan “Zona Go dan No-Go” untuk perkebunan kelapa sawit, dan untuk menghitung potensi deforestasi dan pengurangan emisi.