INOBU Berbagi Pembelajaran Mendampingi Sertifikasi Petani Swadaya Kelapa Sawit

Institut Penelitian Inovasi Bumi, INOBU, menjadi tuan rumah pertemuan Sustainable Tropics Alliance, sebuah kemitraan strategis yang untuk keberlanjutan hutan tropis dunia dengan menggunakan pendekatan yurisdiksi dan berbasis penelitian. Delegasi dari Brasil, Kolombia, Meksiko, Peru dan Kenya ini bertemu di Bali, 29 April – 4 Mei 2018, untuk menyatukan pemahaman bersama tentang konsep keberlanjutan yurisdiksi, termasuk indikator untuk pengukuran kemajuan, mekanisme keuangan, dan perangkat pemantauan.

Pertemuan ini juga bertujuan untuk menyusun strategi regional dan global dalam isu keberlanjutan melalui pelibatan berbagai kelompok pemangku kepentingan dengan mengubah kegiatan pembangunan perdesaan rendah emisi menjadi sebuah kebijakan. Pertemuan ini diakhiri dengan kunjungan ke wilayah kerja Institut Penelitian Inovasi Bumi, INOBU, di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. INOBU berbagi pembelajaran mendampingi Petani Swadaya Kelapa Sawit di Kebupaten ini yang berhasil meraih sertifikasi minyak sawit berkelanjutan dari RSPO dan ISPO untuk 190 petani dengan luas lahan 319 hektar tahun 2017 lalu. Lewat kunjungan lapangan ini delegasi Sustainable Tropics Alliance mengetahui antara lain, tantangan yang dihadapi Petani Swadaya dalam meraih sertifikasi dan dampak langsung bagi peningkatan pendapatan keluarga. Dalam kunjungan di Desa Kubu, delegasi bertemu dengan masyarakat adat untuk mendengarkan pengalaman mereka mempertahankan wilayah Hutan Desa berbasis pendekatan adat.

Sustainable Tropics Alliance beranggotakan Lembaga Swadaya Earth Innovation Insitute (Brasil, Indonesia, Kolombia), INOBU (Indonesia), Pronatura-Sur (Meksiko), the Instituto del Bien Comun (Peru), the Instituto de Pesquisa Ambiental da Amazônia (Brasil), dan the Greenbelt Movement (Kenya). Aliansi ini mengembangkan pendekatan bersama untuk mendorong pembangunan perdesaan rendah emisi (LED-R), dengan melibatkan secara aktif penduduk desa dalam pembangunan di desanya yang kemudian diintegrasikan dalam kebijakan di tingkat daerah dan nasional. Aliansi juga bertindak sebagai wadah bagi mitranya untuk bekerjasama dalam skala global untuk mendukung kebijakan, pengelolaan kelembagaan dan mekanisme pasar yang menunjang pembangunan perdesaan rendah emisi secara berkelanjutan di kawasan tropis.