Fasiltas Pertanian PELITA Seruyan akan Memberikan Kemudahan Akses untuk Petani Swadaya terhadap Pelatihan dan Input-Input Pertanian

12 Maret, 2018. Petani sawit swadaya di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, seperti akses yang sulit terhadap bibit-bibit bersertifikasi, pelatihan, pupuk, dan input-input pertanian lainnya. Meskipun menguasai sekitar 44% dari keseluruhan lahan yang digunakan untuk menanam sawit, petani swadaya hanya menyumbang sekitar 27% hingga 38% dari keseluruhan produksi minyak sawit Indonesia. Dukungan dari pemerintah atau pun perusahaan untuk petani swadaya kelapa sawit saat ini belum memadai. Untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan pada saat yang bersamaan meningkatkan penghidupan petani, kami harus memastikan bahwa petani swadaya mengelola sawit secara berkelanjutan dan produktif (INOBU, 2016).

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, pada hari Senin (19 Februari, 2018) di Aquarius Boutique Hotel, Sampit, Kalimantan Tengah, pemerintah Kabupaten Seruyan bekerja sama dengan Ten Year Framework of Programmes on Sustainable Consumption and Production Patterns (10YFP) United Nations Environment Programme (UNEP), RSPO, dan INOBU telah menandatangani deklarasi untuk pembentukan Fasilitas Pertanian (Agricultural Facility) PELITA di Kabupaten Seruyan. Fasilitas didirikan untuk meningkatkan produktivitas dan penghidupan petani swadaya. Perwakilan dari PT Musirawas Citraharpindo, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Koperasi Unit Desa (KUD) juga menghadiri acara tersebut. Semua pihak sebelumnya juga mengadakan musyawarah pada hari Sabtu (17 Februari, 2018) mendiskusikan mengenai rencana teknis pembuatan fasilitas.

Fasilitas pertanian akan memberikan petani swadaya akses yang lebih mudah terhadap input-input pertanian dan sarana produksi pertanian. Selain memperluas wawasan dan kapasitas petani swadaya dalam menjalankan praktek pertanian yang berkelanjutan, fasilitas pertanian juga dapat menjadi sarana penghubung antara masyarakat lokal dengan lembaga keuangan di Kabupaten Seruyan. Hal ini diharapkan akan memberikan peluang untuk penyaluran pinjaman berbunga rendah dan penyediaan layanan keuangan lainnya. Fasilitas pertanian saat ini dirancang untuk petani swadaya kelapa sawit, namun ke depan model ini dapat pula digunakan dikembangkan untuk mencakup berbagai komoditas lainnya.

Setelah pembentukan, fasilitas akan memberikan pelatihan “Training of Trainers” (ToT) kepada 100 orang, peningkatan kapasitas pekebun dan petani dengan memberikan pelatihan secara langsung kepada 500 orang. Di samping itu, fasilitas akan memberikan akses terhadap pembiayaan, pemasaran, pembibitan, pupuk dan pestisida, dan penyediaan peralatan pertanian lainnya.

Melalui fasilitas pertanian, INOBU membantu pelaksanaan inisiatif Kabupaten Seruyan dalam mendukung Peta Jalan Kalimantan Tengah untuk Pembangunan Pedesaaan Rendah Deforestasi (2013) yang berfokus kepada kelapa sawit. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah Provinsi Kalteng No. 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Usaha Perkebunan Berkelanjutan. INOBU mendukung upaya-upaya Provinsi Kalimantah Tengah dalam mencapai kelapa sawit yang berkelanjutan yang bebas dari deforestasi dan konflik.

KONTAK MEDIA
Inovasi Bumi (INOBU)
Seruni Soewondo
ssoewondo@inobu.org
+6281295695011