In the News

23
Sep

Saatnya Bertindak: Provinsi dan Negara Bagian untuk Perubahan Iklim

UNTUK SEGERA DISIARKAN

20 September 2017

 

Saatnya Bertindak: Provinsi dan Negara Bagian untuk Perubahan Iklim

Jakarta, 20 September 2017

Keinginan kuat Amerika Serikat untuk keluar dari Perjanjian Paris untuk perubahan iklim menempatkan pemerintahan sub-nasional sebagai peluang menggantang harapan. Salah satu platform pemerintahan sub-nasional yang dapat diandalkan adalah Satuan Tugas Gubernur untuk Hutan dan Iklim (Governors’ Climate and Forests Task Force atau GCF) yang beranggotakan para gubernur dari 35 Provinsi dan Negara Bagian di seluruh dunia. GCF akan mendatangkan anggotanya dari seluruh dunia di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur pada 25-29 September 2017, untuk pertemuan satu minggu yang akan fokus pada strategi-strategi untuk mengurangi deforestasi tropis dan mendorong pembangunan rendah emisi. Penelitian menunjukkan bahwa menghentikan deforestasi tropis dan memulihkan lanskap yang rusak adalah kunci untuk memerangi perubahan iklim dan dapat menggantikan sampai sepertiga dari emisi gas kaca global.

Gubernur anggota GCF diharapkan untuk menghasilkan pernyataan yang kuat dan terpadu melalui Balikpapan Statement, yang menguraikan sebuah Peta Jalan untuk aksi regional ke nasional dan global untuk menghambat laju deforestasi, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan mengatasi perubahan iklim.

GCF Project Lead William Boyd, menyoroti bahwa “Perjanjian Paris telah mengakui bahwa dunia kita saat ini bergerak dalam situasi bottom-up ketika membahas perubahan iklim. Telah diterima secara luas bahwa pemerintahan sub-nasional saat ini dipandang sebagai aktor penting dalam membangun dan mengimplementasikan agenda kebijakan iklim yang telah disepakati di tingkat global. Inisiatif iklim lainnya yang penting telah dipromosikan oleh sektor swasta, masyarakat sipil, adat, dan komunitas lokal sudah mulai dibentuk. Tantangannya adalah untuk membangun kerangka kerja yang bisa memotivasi, mendukung, menghubungkan, dan membesarkan upaya-upaya ini.”

Di Balikpapan, gubernur-gubernur GCF – yang menguasai sekitar sepertiga hutan dunia – akan memperlihatkan strategi masing-masing untuk kepemimpinan mengatasi perubahan iklim sub-nasional. Contohnya, Gubernur Tião Viana dari Acre, Brazil, akan membahas bagaimana Acre telah mengurangi sampai setengah rata-rata angka deforestasinya dalam sepuluh tahun terakhir dan pada saat yang bersamaan menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif untuk rakyatnya. Anggota GCF lainnya juga akan membahas mengenai keterlibatan mereka di proses global, seperti Memorandum Under 2 yang dipimpin oleh California, dimana negara bagian dan provinsi berkomitmen konkrit terhadap target pengurangan emisi gas rumah kaca. Gubernur GCF akan mengggerakan pendekatan kolaboratif untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan terkait hutan di seluruh negara bagian dan provinsi. Dan juga mengenai pentingnya kemitraan yang mendorong rantai pasok yang berkeberlanjutan dan bagaimana cara untuk langsung melibatkan masyarakat adat dan komunitas lokal dalam strategi pembangunan rendah emisi.

Balikpapan Statement akan menggabungkan pesan-pesan tersebut melalui tiga agenda utama. Agenda pertama adalah mengidentifikasi cara bagaimana yurisdiksi menghasilkan komoditas pertanian secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan konsumen agar mengurangi deforestasi. Agenda kedua adalah perlindungan hak-hak masyarakat adat dan pada saat yang sama meningkatkan kesejahteraan mereka khususnya yang tinggal di wilayah negara bagian dan provinsi anggota GCF. Agenda ketiga adalah mencari cara untuk menjamin bahwa anggota GCF bisa meraih pendanaan yang diperlukan untuk mengurangi deforestasi, mendukung pembangunan rendah emisi, dan melindungi hak-hak masyarakat adat.

Badan Sekretaris Pengurus INOBU Bernardinus Steni mengatakan bahwa “Melalui kepemimpinan gubernur-gubernur dari Latin Amerika, Afrika, dan Indonesia, kita telah memandang dengan optimis pembentukan inisiatif global baru yang berani untuk memerangi perubahan iklim dengan cara melindungi hutan dan hak-hak dan kesejahteraan orang-orang yang bergantung kepadanya”.

Ketua GCF tahun ini, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Koordinator Nasional GCF Institut Penelitian Inovasi Bumi (INOBU) akan membuka Pertemuan pada hari Kamis, 27 September. Perwakilan dari Kementerian Iklim dan Lingkungan Norwegia, perwakilan dari perusahaan konsumen internasional dan lebih dari belasan Gubernur dari Indonesia, Brazil, Peru, Nigeria, dan Pantai Gading akan berpartisipasi dalam Pertemuan ini. Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nur Masripatin, dan Ketua Dewan Pengarah Pengendalian Perubahan Iklim, Sarwono Kusumaatmaja, juga akan bergabung bersama Gubernur-Gubernur GCF.

 

KONTAK MEDIA

Sekretariat Indonesia untuk GCF

Inovasi Bumi (INOBU)

Seruni Soewondo

gcfindonesiasecretariat@inobu.org

+6281295695011/+628161874849 (Whatsapp)

 

Sekretariat GCF
Governors’ Climate and Forests Task Force
Michelle White
Michelle.b.white@colorado.edu
+18608782205
INOVASI BUMI (INOBU)

INOBU adalah perpaduan dinamis dari tenaga ahli terpandang yang berkomitmen untuk membantu petani menghasilkan komoditas-komoditas pertanian tanpa merusak lingkungan dan kehidupan sosial. Melalui penelitian, INOBU mengembangkan inovasi-inovasi kebijakan dan aplikasi teknologi informasi yang telah diuji di lapangan dan kemudian dapat diadopsi oleh mitra-mitra.

 

SATUAN TUGAS GUBERNUR UNTUK HUTAN DAN IKLIM (GCF)

Diluncurkan pada tahun 2009, GCF dibuat untuk mengedepankan pendekatan yurisdiksi dalam upaya memenuhi skema global Pengurangan Emisi Karbon dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+) dan menuju pembangunan rendah emisi. Semenjak itu, anggota GCF telah bertambah tiga kali lipat (dari 10 anggota menjadi 35 anggota) dan telah berkembang meliputi yurisdiksi dari sembilan negara bagian (Brazil, Kolombia, Indonesia, Pantai Gading, Meksiko, Nigeria, Peru, Spanyol, dan Amerika Serikat). Anggota GCF meliputi provinsi dan negara bagian di wilayah tropis yang melakukan program-program pendekatan yurisdiksi untuk melindungi hutan dan iklim, dan juga untuk meningkatkan penghidupan pedesaan.

#BalikpapanStatement #inobu

 

Leave a Reply